Jumat, 28 Agustus 2026, SMAN 1 Wonosari menyelenggarakan kegiatan Roots Day. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sekolah dalam upaya pencegahan perundungan di SMAN 1 Wonosari. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Taman Tengah SMAN 1 Wonosari dengan melibatkan warga sekolah, khususnya para siswa sebagai agen perubahan dan juga dihadiri oleh tamu undangan yang berasal dari wali murid para agen perubahan, Kepala Balai Dikmen Kabupaten Gunungkidul, Polsek, Koramil, Komite Sekolah, Panewu Kapanewon Wonosari, dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak.
Kegiatan ini dipandu oleh dua siswa SMAN 1 Wonosari angkatan 64, yaitu Caesar Lintang Putra dan Fatihatun Uzma Nur Nadhifa. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Selanjutnya, Kepala SMAN 1 Wonosari, Siti Zumrotul Arifah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan dan penguatan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta saling menghargai. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Wasidi, S.E., M.Si.

Sambutan Kepala Sekolah SMAN 1 Wonosari, Siti Zumrotul Arifah, S.Pd., M.Pd.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan spesial dari para Agen Perubahan, yang seluruhnya merupakan siswa-siswi SMAN 1 Wonosari. Beragam penampilan tersebut menjadi media kreatif untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya mencegah perundungan dan kekerasan. Rangkaian acara diawali dengan penampilan tari kreasi berjudul Ngelangagibully , dilanjutkan dengan Deklarasi Anti-Perundungan dan Kekerasan, Jingle Anti-Perundungan, pembacaan puisi yang berjudul Barangkali Cahaya Itu Bernama Maaf, duet vokal, hingga penampilan drama. Tidak hanya siswa, para guru juga turut memeriahkan kegiatan melalui penampilan Band Guru SMAN 1 Wonosari dengan personel Brigitta Gun Rinanti, S.Pd. sebagai vokal, Muh. Iqbal Darmawan, S.Kom. pada gitar, serta Anang Saputra, S.Pd.I. pada bass.

Deklarasi anti perundungan oleh agen perubahan.
Melalui berbagai penampilan tersebut, para Agen Perubahan mengajak seluruh warga sekolah untuk lebih berani membangun budaya saling menghormati dan peduli terhadap sesama. Pesan tentang bahaya perundungan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui karya seni dan kreativitas siswa. Panggung Roots Day kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari Band Sakancya yang menambah semangat dan kemeriahan kegiatan.
Rangkaian kegiatan Roots Day dilanjutkan dengan pameran seni rupa karya siswa-siswi SMAN 1 Wonosari yang bertempat di Aula Arjuna. Pameran tersebut menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas siswa sekaligus melengkapi semangat kegiatan Roots Day dalam membangun lingkungan sekolah yang positif, inklusif, dan penuh penghargaan terhadap setiap individu.
Stop perundungan, di mana pun dan kapan pun. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang bagi setiap peserta didik. Karena itu, pencegahan perundungan bukan hanya tugas satu atau dua pihak, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah. SMAN 1 Wonosari terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mencegah perundungan dan kekerasan demi terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta penuh kepedulian. (*)
Penulis: Bayun Dwi Gantari
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!