Keluarga besar SMAN 1 Wonosari turut ambil bagian dalam Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Alun-alun Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan tersebut mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” dan diikuti lebih dari 6.550 peserta dari unsur Kwarda DIY dan Kwartir Cabang se-DIY.

Apel besar dipimpin oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hadir pula Bupati Gunungkidul beserta jajaran Forkopimda, para ketua kwarcab dan Majelis Pembimbing Cabang. Kehadiran SMAN 1 Wonosari dalam kegiatan ini semakin istimewa karena sejumlah murid dipercaya untuk mengemban tugas penting dalam rangkaian apel. Salah satu di antaranya adalah Raihan Shagufta Triyadi, murid kelas X-D, yang dipercaya sebagai pemimpin apel. Sementara itu, Caesar Lintang Putra dari kelas XI-B bertugas sebagai pembaca Pancasila. Tugas lainnya diemban oleh Fatihatun Uzma Nur Nadhifah dari kelas XI-B sebagai pemimpin peleton putri Siaga dan Penggalang, serta Elingga Gantari dari kelas XI-C yang bertugas sebagai pembawa baki lencana.

Tidak hanya menjadi petugas, keterlibatan SMAN 1 Wonosari juga tampak dari kehadiran sekitar 500 murid kelas X dan XI dan 15 kakak pembina yang mengikuti apel sebagai peserta. Semangat kepramukaan semakin terasa melalui keikutsertaan 26 murid dan 4 pembina pramuka dalam pawai dengan menampilkan kreativitas berupa tarian Reog Gunungkidul dan Gunungan yang merepresentasikan kekayaan budaya masyarakat Gunungkidul.


Dalam amanatnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong Gerakan Pramuka untuk mengambil bagian dalam penguatan Lumbung Mataraman sebagai salah satu upaya menghidupkan kembali budaya agraris Yogyakarta. Gerakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menghidupi filosofi hidup masyarakat karst Gunungkidul yang tangguh, mandiri serta membudayakan swasembada pangan dari pekarangan rumah. Pesan tersebut selaras dengan semangat tema peringatan Hari Pramuka tahun ini, yakni menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Keikutsertaan SMAN 1 Wonosari dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tingkat DIY bukan sekadar partisipasi dalam sebuah peringatan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi murid untuk mengalami langsung nilai-nilai kepramukaan sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga budaya, membangun kemandirian pangan, dan menyiapkan masa depan Indonesia. Salam Pramuka! (*)
Penulis: Sukaningtyas
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!