SMAN 1 Wonosari, bekerja sama dengan Tim ASIK dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM, telah melaksanakan pelatihan parenting bagi orang tua murid pada Kamis (21/5) di aula sekolah. Pelatihan ini dikemas dalam bentuk sharing session dan diikuti oleh orang tua/wali murid kelas 10 dan kelas 11 secara terpisah dalam sesi pagi dan sesi siang. Kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua jam ini menghadirkan Indriasari Oktaviani, S.Psi., M.Psi. sebagai pemateri utama. Ia merupakan seorang psikolog klinis dan aktif sebagai praktisi perlindungan anak.

Project Manager ASIK, Siswaningtyas Tri Nugraheni (tengah), saat memberikan sambutan di awal kegiatan Pelatihan Parenting
Di awal paparannya, Ibu Indriasari mengajak para orang tua untuk mengubah stigma bahwa remaja adalah “pemberontak”, dan belajar memahami bahwa otak remaja sesungguhnya sedang dalam proses rekonstruksi besar-besaran. Pada fase ini, mereka juga harus menghadapi beratnya tekanan akademik dan tekanan kelompok sebaya yang makin beragam, mulai dari sekadar bolos sekolah hingga gesekan emosional yang intens di media sosial. Orang tua juga diharapkan melatih dirinya untuk peka membaca ungkapan “aku stres” yang jarang diucapkan anak secara langsung.
Pada sharing session ini, orang tua diajak untuk belajar mengenal kondisi psikologis dan fisiologis otak remaja, sehingga dapat memahami bahwa sebetulnya anak bukan dengan sengaja ingin membuat orang tuanya marah, namun sistem kendali emosinya memang belum selesai dibangun. Setelah mengetahui berbagai kondisi tersebut, orang tua diberi panduan praktis yang berisi beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menguatkan kesehatan mental anak remajanya. Orang tua juga diajak membuat rencana aksi untuk dapat mendampingi anak remajanya dalam menjalani proses belajar dan ujian di sekolah.

Indriasari Oktaviani, S.Psi., M.Psi. saat berdiskusi dengan para orang tua murid pada Pelatihan Parenting di SMAN 1 Wonosari pada Kamis (21/5/2026)
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Aksi Sehat Jiwa, Inisiatif, dan Kontribusi Kaum Muda (ASIK) yang dikembangkan oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) pada tahun 2025 yang menyasar Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, dan berfokus pada upaya preventif dan promotif melalui sistem kesehatan jiwa yang komprehensif guna membangun lingkungan yang aman dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan kelompok muda, sehingga tercapai kualitas hidup yang baik. Salah satu sasaran program di Gunungkidul adalah SMAN 1 Wonosari dengan berbagai program yang telah dirancang dan dilaksanakan, baik yang menyasar murid, guru dan tenaga kependidikan, hingga orang tua. Dan dalam rangka mendukung penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan siswa, dilaksanakanlah program parenting untuk membekali orang tua dengan pengetahuan yang cukup akan kesehatan mental remaja.
Orang tua murid menyambut baik kegiatan pelatihan parenting ini. Mereka mengikuti seluruh aktivitas dengan antusias, baik saat paparan materi, saat selingan ice breaking yang dipandu Ibu Indriasari, maupun saat sesi sharing yang dimanfaatkan oleh beberapa orang tua untuk berbagi pengalaman dan tantangan dalam mendampingi anak-anaknya melewati masa remaja. Kesan baik juga dirasakan oleh peserta, salah satunya oleh Ibu Fitayanti Astuti, orang tua murid kelas 10. “Kegiatan parenting ini bagus dan sangat memotivasi kami sebagai orang tua yang memiliki anak usia remaja,” ujarnya.

Para peserta Pelatihan Parenting yang merupakan orang tua murid SMAN 1 Wonosari terlihat menyimak paparan pemateri dengan semangat.
SMAN 1 Wonosari menaruh harap atas terselenggaranya pelatihan parenting oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Joko Priyatno, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang ikut dalam kegiatan ini menyampaikan harapannya bagi seluruh orang tua/wali murid. “Kami berharap agar orang tua dapat lebih mengenali gejala gangguan mental yang muncul pada diri anak, sehingga bila gejala tersebut ada pada mereka, dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin,” tuturnya. “Kolaborasi sekolah dan orang tua terkait kesehatan mental anak juga perlu kita tingkatkan. Dan akhirnya kita berdoa semoga anak-anak kita selalu dalam keadaan sehat fisik dan psikis, serta sehat rohani,” pungkasnya.(*)
Penulis: Brigitta Gun Rinanti
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!