Pusat Rehabilitasi YAKKUM kembali menyelenggarakan pelatihan di SMAN 1 Wonosari sebagai bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan yang ramah kesehatan mental dan memastikan keberlanjutan pemahaman mengenai kesehatan mental remaja. Pelatihan kali ini berfokus pada Penguatan Kapasitas Konseling Dasar, dengan sasaran peserta dari UKK Pusat Informasi & Konseling Remaja (PIK-R) ESTUNGKARA, dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar konseling sebaya siswa PIK-R SMAN 1 Wonosari agar mampu merespons permasalahan teman sebaya secara empatik, aman, dan beretika. Bertempat di Aula Arjuna SMAN 1 Wonosari, kegiatan dilaksanakan pada Selasa (27/01/2026) dan dihadiri pula oleh perwakilan dari Puskesmas Wonosari II Gunungkidul.

Indriasari Oktaviani, S.Psi. saat memaparkan materi di hadapan peserta Penguatan Kapasitas Konseling Dasar pada Selasa, 27 Januari 2026. (Foto: Tim ASIK Pusat Rehabilitasi YAKKUM)
Hadir sebagai pemateri adalah Indriasari Oktaviani, S.Psi., seorang psikolog kesehatan jiwa remaja yang juga merupakan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi DIY. Dalam pelatihan ini ia mengajarkan seni mendengar dan mendampingi, dimana aspek-aspek tersebut sangat penting untuk terwujudnya tujuan utama PIK-R. Para peserta diajak untuk memahami apa itu konseling, dan meluruskan konsep bahwa tujuan konseling bukan agar mereka dapat menyelesaikan masalah teman, melainkan agar mereka dapat membantu teman menguraikan perasannya sehingga bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Peserta juga belajar tentang prinsip dasar konseling, tiga keterampilan mikro yang digunakan konselor dalam berkomunikasi, struktur sesi konseling, serta etika dan batasan sebagai konselor sebaya. Tidak hanya belajar teori, para peserta juga berkesempatan untuk melakukan praktik konseling dasar menggunakan beberapa studi kasus yang diberikan. Dua sesi ice breaking juga turut mewarnai rangkaian Penguatan Kapasitas Konseling Dasar ini.

Keseruan peserta dalam sebuah sesi ice breaking di tengah pelatihan. (Foto: Tim ASIK Pusat Rehabilitasi YAKKUM)
“Acara tadi sangat seru dan saya juga dapat memahami materi yang disampaikan narasumber,” ungkap Fatiha Ika Solikhah, peserta dari kelas 11-F. Melalui kegiatan ini, ia belajar bahwa mendengarkan bukan hanya soal telinga, tetapi juga soal sikap tubuh dan empati. Senada dengan Fatiha, peserta lain dari kelas 11-D, Kanaya Ardia Mecca, mengatakan bahwa pelatihan ini membuatnya paham betul dengan peran konselor yang sebenarnya. “Saya menjadi lebih paham bagaimana cara yang baik dan benar saat menghadapi klien dalam sesi konseling. Saya juga bisa lebih peka dalam menanggapi suatu permasalahan,” ujarnya.

Sesi foto bersama. (Foto: Tim ASIK Pusat Rehabilitasi YAKKUM)
Dengan diadakannya Penguatan Kapasitas Konseling Dasar ini, sekolah berharap agar para siswa yang tergabung dalam UKK PIK-R ESTUNGKARA memiliki bekal awal dalam menjalankan perannya sebagai pendamping sebaya yang sehat secara mental dan aman secara etis, sehingga mampu berdampak positif bagi lingkungan sekolah. (*)
Penulis: Brigitta Gun Rinanti
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!