SMAN 1 Wonosari telah melaksanakan pendampingan awal terhadap 113 siswa eligible yang akan mengikuti SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) Tahun 2026. Penentuan jumlah siswa eligible dalam satu sekolah didasarkan pada nilai akreditasi sekolah dan penggunaan aplikasi eRapor pada pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa). SMAN 1 Wonosari mendapatkan kuota 40% atas nilai A pada Akreditasi Sekolah dan tambahan 5% karena telah melakukan sinkronisasi eRapor saat proses pengisian PDSS. Dengan demikian, 113 dari 251 siswa kelas XII dinyatakan masuk kategori eligible untuk dapat mengikuti jalur SNBP pada SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) Tahun 2026.

Kepala SMAN 1 Wonosari, Tumisih, M.Pd., saat memotivasi siswa eligible dalam Pendampingan Awal pada Selasa (20/1/2026)
Bertempat di Aula Arjuna, pendampingan perdana dilaksanakan secara klasikal pada Selasa (20/1) oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan Tim BK. Pendampingan awal ini dilakukan guna membantu para siswa eligible untuk lebih memantapkan hati dan pikiran dalam menentukan langkah ke depan. Kepala SMAN 1 Wonosari, Tumisih, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan para siswa untuk senantiasa bersyukur atas lolosnya mereka menjadi siswa eligible. Ia mengajak siswa untuk mengucapkan kalimat yang dapat memotivasi mereka untuk masuk ke kampus Impian masing-masing. “Saya akan bisa, saya harus bisa, saya pasti bisa.” Selain memotivasi siswa, Ibu Tumisih juga menyampaikan pesan penting dalam kegiatan ini. “Ikuti juknis dengan baik. Jangan sampai ada tahapan atau prosedur yang terlewati. Ukur diri dan kemampuan. Dan pada akhirnya, sempurnakan segala upaya dengan doa yang dikumandangkan dalam setiap nafas kalian,” ucapnya di hadapan 113 siswa eligible.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Aris Feriyanto, S.Pd., saat menyampaikan penjelasan teknis SNBP 2026
Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Aris Feriyanto, S.Pd. Dalam sesi ini, para siswa diajak untuk mencermati kebijakan baru dalam pelaksanaan SNPMB 2026 dan juga linimasa SNBP 2026. Ia mengingatkan siswa untuk memperhatikan tanggal penting sehingga tidak akan mengalami kerugian akibat terlalu mepet dengan batas waktu tiap agenda. Ia juga meminta siswa melakukan strategi pemilihan prodi untuk memperbesar peluang lolos SNBP 2026, serta mengomunikasikan pilihan studi mereka dengan orangtua agar kedua belah pihak dapat saling memahami dan mendukung.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan searah dari guru kepada siswa, namun para siswa juga diberikan kesempatan bertanya atau menyampaikan keresahannya terkait beberapa isu yang beredar tentang proses SNBP. Dan pada akhir pendampingan, Tim BK yang dihadiri oleh Sasmito Budi Utomo, M.Psi. dan Zuliani Muslikhah, S.Pd. menegaskan agar siswa memilih prodi yang benar-benar diminati dan kelak menjalankan pilihan prodinya bila telah diterima guna meminimalisasi risiko yang dapat menimpa sekolah maupun adik kelasnya bila memutuskan keluar dari prodi yang telah didapatkan melalui jalur SNBP.

Pertemuan ini tentunya bukan satu-satunya pendampingan yang dilakukan oleh sekolah. Tim BK dengan terbuka menerima setiap siswa yang membutuhkan pendampingan selama proses SNBP 2026 berlangsung. Untuk mendapatkan hasil terbaik, para siswa diharapkan agar cermat terhadap tiga komponen penentu lolosnya SNBP, yakni nilai rapor semester 1 hingga semester 5, nilai mata pelajaran pendukung prodi yang dipilih, dan nilai TKA sebagai validator nilai rapor. Semangat dan sukses bagi siswa eligible SMAN 1 Wonosari Tahun 2026! (*)
Penulis: Brigitta Gun Rinanti
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!