Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Gunungkidul menggelar aksi edukasi gizi serentak dengan tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”. Kegiatan yang menyasar generasi muda ini dilaksanakan di Aula Arjuna SMAN 1 Wonosari dengan fokus utama meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Wakil Ketua 3 DPD PERSAGI DIY, Kepala Sekolah SMAN 1 Wonosari, serta para ahli gizi yang berperan sebagai fasilitator edukasi. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Ismono, S.SI.T., M.Kes. menekankan pentingnya anak muda menjaga perilaku hidup sehat, makan makanan bergizi seimbang, dan mengelola waktu sehingga cita-cita generasi emas Indonesia tahun 2045 dapat terwujud.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III DPD PERSAGI DIY Ida Widaningsing, S.SI.T. juga memberikan pesan mendalam mengenai peran profesi ahli gizi di tengah masyarakat. “Adanya 334 ahli gizi yang tersebar di seluruh DIY adalah bukti komitmen kami dalam mewujudkan generasi emas Indonesia ke depan,” ungkapnya.

Kepala SMAN 1 Wonosari Tumisih, M.Pd. dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas pemilihan sekolahnya sebagai lokasi edukasi. “Kegiatan ini sejalan dengan komitmen SMAN 1 Wonosari dalam memberikan edukasi perilaku hidup sehat bagi para murid. Kami berharap melalui edukasi ini, murid-murid SMAN 1 Wonosari tumbuh sehat sehingga menjadi bintang di masa depan yang bermanfaat bagi Indonesia bahkan dunia,” ujar ibu Tumisih.
Pemilihan remaja sebagai target edukasi bukan tanpa alasan. Masa remaja merupakan masa pertumbuhan pesat (growth spurt) kedua yang menentukan kualitas kesehatan di masa dewasa, sekaligus calon orang tua di masa depan. Dalam sesi edukasi, ketua DPC PERSAGI Gunungkidul Arinto Hadi, S.IP., M.Gizi. selaku narasumber menekankan pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang optimal dan kesehatan jangka panjang. Selain itu, materi edukasi juga menjelaskan tentang perilaku hidup sehat, konsep dasar gizi seimbang, dan berbagai contoh makanan yang menjadi sumber gizi seimbang. Sesi edukasi juga menekankan 7 kebiasan baik untuk murid, yakni sarapan, membawa bekal, minum air putih yang cukup, makan sayur dan buah, cuci tangan pakai sabun, aktivitas fisik rutin, dan batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Di akhir sesi edukasi, narasumber juga memberikan pesan kepada orang tua agar menyediakan makanan sehat dan bergizi serta membatasi makanan ultra-proses. Pesan serupa juga diberikan kepada guru agar menjadi role model dalam keteladanan makan sehat dan gaya hidup aktif serta mengarahkan murid agar menghargai makanan.

Sebanyak 30 perwakilan siswa nampak antusias dan aktif berdialog dalam sesi tanya jawab. Beberapa siswa mengaku mendapatkan sudut pandang baru mengenai gizi seimbang dan gaya hidup sehat.
“Apa dampak bagi tubuh kita jika tidak mengonsumsi natrium? Apakah berdampak positif atau negatif?” tanya Yafet Tegar Yudita kelas XF dalam sesi tanya jawab. Narasumber menegaskan bahwa natrium tetap penting bagi tubuh. Sehingga, jangan sampai kita tidak mengkonsumsi sama sekali, melainkan menguranginya dengan cukup mengonsumsi setengah sendok teh per hari.
Sementara itu, Viola Chesaria Kristiani kelas XA menyampaikan bahwa edukasi ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan teman-temannya. “Saya dapat mengetahui banyak hal baru tentang gizi dan gaya hidup sehat seperti batas maksimal gula dan dampak bila kekurangan gula. Selain itu saya juga jadi lebih paham bahwa sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan khususnya daun ubi jalar,” ungkapnya.
|
|
|

Acara Edukasi Gizi Serentak ditutup dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan piagam bagi SMAN 1 Wonosari serta dilanjutkan dengan foto bersama. Peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa sinergi antara ahli gizi, institusi pendidikan, dan pemerintah adalah kunci dalam membangun generasi emas 2045. Melalui edukasi serentak ini, PERSAGI Gunungkidul kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal tumbuh kembang generasi muda. Semangat yang terpancar dari SMAN 1 Wonosari hari ini diharapkan menjadi pemantik bagi aksi-aksi gizi serupa di seluruh penjuru bumi Handayani. (*)
Penulis: Sukaningtyas
EN
ID


0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!