Kegiatan Jawara Sakti Ekamas (JSE) 2026 yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Gugus Depan 01.007 dan 01.008 Pangkalan SMA Negeri 1 Wonosari resmi berakhir pada Minggu (15/2/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Februari 2026 ini diikuti oleh siswa kelas X dengan penuh semangat dan antusias.
Mengusung tema “Alam Lestari” dengan tagline “Mandharingan Buwana Lestari, Nggugah Pamoring Jati”, JSE 2026 menjadi ajang pembinaan karakter melalui metode giat pengembaraan, giat persaudaraan, kerja bakti, hingga apresiasi seni. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta alam, solidaritas, nasionalisme, serta memperkuat mental dan fisik peserta.
Pengembaraan Dua Etape
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan di halaman sekolah sebelum peserta diberangkatkan menuju etape pertama yang berjarak 12 km dan berakhir di SMKN 1 Saptosari. Di lokasi tersebut, peserta mengikuti giat prestasi serta kegiatan seni di malam hari.

Tumisih, S.Pd, M.Pd. membuka kegiatan pengembaraan Jawara Sakti Ekamas 2026
Hari berikutnya dilanjutkan dengan etape kedua menuju Pantai Nguyahan yang berjarak 10 km. Perjalanan panjang yang ditempuh dengan berjalan kaki melatih ketahanan fisik sekaligus kerja sama antarsangga. Sabtu malam, suasana kebersamaan semakin terasa dalam upacara api unggun yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Pada hari terakhir, peserta melaksanakan giat fisik dan aksi bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ditutup dengan upacara penutupan sebelum seluruh peserta kembali ke sekolah.


Perjalanan peserta pada etape pertama menuju SMKN 1 Saptosari
Bentuk Pendidikan Karakter
Ketua Sangga Kerja, Pandu Nabil Abyan, menyampaikan bahwa JSE 2026 bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan juga sebagai wadah pembentukan karakter melalui nilai-nilai kearifan lokal. “Kami ingin peserta tidak hanya kuat secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap alam, sesama, dan budaya khususnya di kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.
Kepala sekolah selaku Kamabigus, Tumisih, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kelancaran kegiatan ini. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan mencapai target karena 98% peserta berhasil menyelesaikan seluruh etape pengembaraan.


Perjalanan Peserta pada etape ke-2 menuju Pantai Nguyahan
“Kegiatan ini sangat menguras energi, baik secara fisik maupun mental. Namun di balik rasa lelah tersebut, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar tentang kerja sama, pantang menyerah, kedisiplinan, ketangguhan, serta pentingnya kebersamaan dalam menghadapi setiap tantangan,” ungkap Ferdian Bagas Prahasto, salah satu peserta JSE.
Hal senada juga disampaikan peserta lain yakni Luthfi Rahma Ambarwati yang mampu menyelesaikan seluruh etape dengan berjalan kaki. “JSE menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh tantangan. Saya belajar banyak hal tentang kekuatasan fisik, mental, dan kebersamaan,” ungkapnya penuh antusias karena dia bersama dewan ambalan Srikandi 4 berhasil menjadi pemenang yel-yel terbaik dalam kegiatan giat prestasi.
Selain melibatkan Dewan Ambalan Arjuna dan Srikandi sebagai panitia pelaksana, kegiatan ini juga didukung oleh UKK PMR di bidang kesehatan, UKK PKS di bidang keamanan, serta UKK JOE di bidang dokumentasi.
Menumbuhkan Cinta Alam dan Solidaritas
Selama tiga hari, peserta tidak hanya belajar bertahan di alam terbuka, tetapi juga dibiasakan untuk tetap menjalankan ibadah, bekerja sama dalam tim, serta berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan tampak kuat dalam setiap kegiatan.


Upacara Api Unggun dilaksanakan dengan penuh khidmat
Dengan suksesnya penyelenggaraan Jawara Sakti Ekamas 2026, diharapkan para siswa semakin memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian alam dan mengembangkan jiwa patriotisme dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di luar kelas mampu memberikan pengalaman berharga yang membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan peduli lingkungan. (*)


Upacara penutupan pengembaraan Jawara Sakti Ekamas (JSE) pada Minggu, 15 Februari 2026, di Pantai Nguyahan
Penulis: Sukaningtyas
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!